Puasa Sah Atau Tidak Jika Permpuan Tidak Menutup Kepala Sampai Dada Secara Sempurna?

Dalam Al-Qur'an disebutkan dengan jelas, dan sangat jelas HUKUM Menutup Aurat Bagi Perempuan dalam Q.S An Nuur 31 yang Artinya:
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung'. (Q.S : An Nuur Ayat 31)



Kemudian Rasulullah SAW bersabda,

"Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya." (HR. Abu Daud)

dan Rasulullah SAW bersabda pula
"Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)


Bulan Suci Ramadhan telah tiba, segala persiapan tentunya sudah anda laksanakan terutama niat dan kali ini RaRa Fashion ingin mengajak muslimah Indonesia untuk mengenakan Busana Ramadhan dalam rangka menyambut Bulan Puasa. Akan dibahas juga mengapa dan bagaimana mengenakan pakaian yang sesuai dengan Syari'at Islam sehingga akan lebih paripurna ibadah anda.

Di bulan Ramadhan, seorang muslim tidak hanya menahan lapar, juga menahan nafsu yang diantaranya menahan pandangan terhadap wanita. Mohon maaf, perempuan merupakan salah satu ujian bagi kaum laki-laki pada saat puasa. Untuk itu, seorang wanita diharuskan menutup auratnya dengan berbusana sesuai dengan syari'at terutama dibulan Ramadan, agar tidak menjadi penyebab berkurangnya atau bahkan batalnya seseorang dalam berpuasa.

Sebetulnya kewajiban menutup aurat bagi wanita tidak hanya berlaku pada bulan puasa saja, maksud kami adalah mari jadikan bulan suci ini sebagai awal bagi muslimah untuk melaksanakan perintah Allah sebagaimana firmannya dalam Qura'n Surat An-Nur: Ayat 31 "Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya dan menutup kain kerudung ke dadanya. Janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka tau ayah mereka, atau ayah suami mereka atau anak-anak mereka."

Mengapa Wanita Harus Menutup Aurat?

Terlahir sebagai seorang wanita mempunyai banyak keutamaan yang salah satunya adalah keindahan, namun awas..., keindahan tersebut adalah cobaan yang diberikan. Keindahan wanita tidak untuk dipertunjukan, semakin seorang muslimah membuka auratnya maka semakin rendah derajatnya. Oleh karena itu, Islam mengatur cara berbusana bagi laki-laki maupun perempuan.
Selain untuk menjalankan perintah Allah sebagaimana Qura'n Surat An-Nur: Ayat 31 diatas, dengan menutup aurat disertai dengan perilaku yang Islami, muslimah menjaga kehormatan dirinya sehingga akan lebih mengangkat derajat dan martabatnya di muka bumi.

Seperti Apa Busana Ramadan yang Baik?

Kehidupan sosial memang tidak dapat dihindari, sebagai manusia tentu saja anda akan berhadapan atau berpapasan dengan lawan jenis pada setiap aktivitas sehari-hari. Untuk itu sangat penting untuk menjaga pandangan lawan jenis terhadap anda dengan cara mengenakan Busana Ramdhan. Lalu seperti apa Busana Ramadan yang baik?

Mengenakan Kerudung Menutupi Dada?

Salah satu syarat Busana Muslim yang sesuai dengan Syar'i adalah Mengenakan Khimar atau Jilbab minimal menutupi dada sebagaimana Firman Allah diatas. Rambut dan Leher merupakan aurat bagi perempuan, untuk itulah Kerudung dikenakan bahkan lebih baik lagi jika sampai menutupi bagian bawah perut.

Menutupi Seluruh Tubuh Kecuali Muka dan Tangan?

Sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits dari Aisyah RA dari Asma Binti Abu Bakar yang saat itu datang menemui Rasulullah SAW dengan mengenakan pakaian yang tipis, kemudian Rasulullah SAW berpaling darinya dan mengatakan kepadanya,”Wahai Asma sesungguhnya apabila seorang wanita telah mendapatkan haidh maka tidak sepantasnya ia memperlihatkannya kecuali ini.” beliau mengisyaratkan kepada wajah dan kedua telapak tangan.”
Selain menutupi seluruh tubuh, juga harus diperhatikan bahwa bahan pakaian tidak tipis atau transparan sehingga dapat memperlihatkan bagian tubuhnya.

Tidak Memperlihatkan Bentuk Tubuh?

Jangan pernah berfikir dengan mengenakan Jilbab seorang muslimah telah menutupi auratnya, hal yang harus diperhatikan adalah busana yang dikenakannya tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuhnya. Tubuh wanita diciptakan berbeda dengan laki-laki yaitu lebih indah daripadanya. Untuk itu, segala hal pada muslimah yang dapat membangkitkan gairah laki-laki yang melihatnya harus disembunyikan. Dengan cara memakai pakaian yang longgar dan tidak tipis.

Tidak Mengenakan Hiasan Pada Pakaiannya?

Yang dimaksud dengan hiasan disini adalah segala sesuatu perhiasan, corak atau motif pakaian yang dapat memancing perhatian muslim laki-laki. Seperti mengenakan perhiasan emas diluar pakaian, corak busana yang mencolok atau renda-renda yang berlebihan.

Hindari Wewangian yang berlebihan?

Kadar wewangian yang dipakai wanita sangatlah penting, tidak boleh berlebihan sehingga dapat menyebabkan seorang pria nyaman didekatnya. Bahkan lebih keras diriwayatkan dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW ”Siapa pun wanita yang mengenakan minyak wangi lalu melewati sekumpulan orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu adalah pezina.” (HR. Nasai, Abu Daud dan Tirmidzi dia mengatakan hasan shahih)
Demikian Artikel mengenai Busana Ramadhan, jadikan bulan suci ini sebagai awal saudara muslimah untuk menjalankan salah satu syari'ah Islam yaitu menutup aurat. Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadhan, semoga busana yang anda kenakan di bulan ramadhan telah memenuhi syarat-syarat yang telah diajarkan didalam Al-Qur'an dan Assunah.


Thank for visit this blogg, semoga bermanfaat !!!
Puasa Sah Atau Tidak Jika Permpuan Tidak Menutup Kepala Sampai Dada Secara Sempurna? Puasa Sah Atau Tidak Jika Permpuan Tidak Menutup Kepala Sampai Dada Secara Sempurna? Reviewed by Khalifah on June 16, 2016 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.